Tapi, mengapa?

Kali ini, kucoba untuk memberanikan diri.
Malam itu, aku mengirim sebuah pesan.
Ku utarakan apa yang aku rasakan.
Namun katamu 'lebih baik kita berteman saja'.

Baiklah.
Aku mengerti.
Mungkin kita memang tidak bisa. 
Aku akan menerimanya. 

Tapi, 
mengapa? 
Mengapa sikapmu berbanding terbalik?
Mengapa kamu seolah menahanku? 

Hari itu, kamu menerima ajakanku. 
Kita bersemu, 
bersembunyi, saling mengintip dari balik pintu kelas. 
Kita berdekatan, berpose dengan malu-malu. 
Tersenyum kikuk satu sama lain. 

Bercanda, aku meraih lenganmu. 
Teman-teman kita bersorak. 
Kita sama-sama tahu, hati kita berantakan saat itu. 

Aku tak tahu apa maksudmu. 
Mengapa kamu melakukan ini semua. 
Kemarin kita baik-baik saja. 
Ya, walaupun kita memang tak pernah berkabar. 

Jika kamu memang tidak suka, 
mengapa? 
Mengapa kamu membuat ku merasa, bahwa aku spesial bagimu. 
Atau memang ini, hanya perasaanku saja? 

Postingan Populer